Apakah Pimtrakol Bisa untuk Bayi di Bawah 2 Tahun?



Kalau Anda membaca aturan pakai Pimtrakol di kemasannya, di sana hanya ada aturan pakai untuk anak di atas 2 tahun. Bagaimana kalau anak masih bayi di bawah 2 tahun?

Perlu diketahui, sirup-sirup obat batuk pilek memang tidak disarankan untuk anak di bawah dua tahun. Kenapa? Karena bayi masih rentan terhadap efek samping obat.

Misalnya, di sana biasanya ada kandungan obat pelega hidung yang bernama pseudo-efedrin atau fenil-propanol-amin. Keduanya punya kemungkinan efek samping menyebabkan perasaan gelisah atau jantung berdebar-debar. Padahal jantung bayi masih belum sekuat anak-anak. 

Lantas apa yang harus dilakukan orang tua?

Jawaban normatifnya: periksa ke dokter.

Tapi jawaban ini mungkin tidak banyak membantu. Terutama buat orang tua yang sibuk. Jika bisa, tentu mereka lebih suka mengatasi sakit anak tanpa bolak-balik harus pergi ke dokter. 

Pedoman umumnya begini:

1. Usahakan cara non-obat.

Misalnya, pijat bayi dengan lembut menggunakan krim atau minyak pijat khusus bayi. Tanyakan saja di apotek. Ada banyak mereknya. Biasanya dibuat dari minyak aromatik yang lembut.

Contoh lain, jika bayi hidungnya tersumbat, bantalnya bisa dibuat lebih tinggi supaya dia bisa bernapas.  

2. Gunakan obat yang memang diperlukan saja

Misalnya, kalau yang parah hanya demamnya, gunakan obat demam saja yang berisi parasetamol. Parasetamol termasuk obat yang cukup aman bagi bayi di bawah 2 tahun. Kalau Anda membeli parasetamol drop, Anda bisa membaca di kemasannya ada petunjuk dosis untuk anak di bawah 2 tahun. Ini karena memang parasetamol tunggal relatif aman dibandingkan dengan parasetamol yang dicampur dengan obat batuk pilek. 



3. Jika mungkin, gunakan obat luar saja

Misalnya jika hidungnya mampet karena ingus kental, orang tua bisa meneteskan larutan garam steril ke hidung bayi. Larutan garam steril ini tersedia di apotek. Fungsinya untuk mengencerkan ingus.

Jika larutan garam masih belum efektif dan bayi masih sulit bernapas, orang tua bisa menyemprot lubang hidung bayi dengan obat semprot hidung yang berisi oksimetazolin.

4. Gunakan obat hanya dalam keadaan terpaksa.

Ukuran "terpaksa" itu bagaimana? Kalau anak batuk terus-menerus sampai tidak bisa tidur, berarti itu sudah dalam kondisi terpaksa. Bayi butuh banyak tidur. Kalau tidurnya kurang, itu sudah masuk kategori "terpaksa pakai obat". 

Namun, pemakaiannya harus seperlunya saja. Tidak perlu sehari 3 kali. Cukup satu kali saat malam supaya ia bisa tidur saja.

Tentu saja yang disebut "terpaksa" itu hanya sesekali. Kalau sering, itu namanya bukan terpaksa tapi sengaja. 

"Tapi anak saya memang sering kena batuk pilek? Terus, solusinya bagaimana, dong?" 

Untuk menjawab pertanyaan ini, silakan baca tulisan "Kenapa Anak Saya Mudah Batuk Pilek?"