Di kalangan masyarakat awam, ada kebiasaan mengobati sakit batuk dan pilek dengan minum atibiotik yang dibeli bebas di apotek. Antibiotik yang biasa digunakan misalnya amoxicilin dan ampicilin. Ini sebetulnya adalah kesalahan yang bertumpuk-tumpuk.
Kesalahan pertama, antibiotik semestinya tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Antibiotik seharusnya hanya digunakan atas resep dokter. Dalam praktiknya, memang apotek akan melayani pembelian antibiotik tanpa resep karena kecenderungan apotek sebagai bisnis. Akan tetapi sebagai konsumen mestinya kita tahu bahwa antibiotik tidak berguna untuk keluhan batuk pilek.
Flu yang disertai batuk dan ingus disebabkan oleh virus. Virus tidak bisa dibasmi dengan antibiotik jadi percuma. Flu karena virus ini nanti akan sembuh sendiri seiring dengan membaiknya daya tahan tubuh.
Kesalahan kedua, minum antibiotik untuk flu-batuk hanya akan menyebabkan munculnya bakteri-bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Jika suatu saat bakteri ini menginfeksi tubuh, antibiotik tidak langi mempan mengatasinya. Pengobatannya pun menjadi sulit. Kondisi ini biasa dinamai resistensi antibiotik.
Jadi, minum antibiotik dalam kondisi ini bukan hanya boros dan mubazir, tetapi juga berbahaya. Solusinya bagaimana? Untuk mengatasi keluhan batuk pilek, kita cukup minum obat batuk pilek, seperti Pimtrakol, disertai dengan usaha meningkatkan daya tahan tubuh. Istirahat, makan bergizi, minum jeruk peras hangat, dan sejenisnya.
