Kenapa Pilih Pimtrakol?



Di apotek, saya selalu menyarankan Pimtrakol untuk keluhan batuk pilek pada anak sebagai pilihan pertama. Kenapa Pimtrakol?

Alasan pertama, harganya murah. Hanya Rp12.000. Ada banyak merek lain, tapi kalau ada yang murah, kenapa harus yang mahal? Isinya sebetulnya sama saja. Ada parasetamol, obat pereda demam. Ada klorfeniramin maleat, obat pereda pilek. Ada gliseril guajakolat, obat batuk berdahak. Ada pseudoefedrin,obat pelega hidung.

Di apotek ada banyak merek sirup batuk pilek yang harganya lebih mahal daripada Pimtrakol. Sebetulnya Pimtrakol yang murah saja cukup sebab mutunya sudah dijamin lewat proses produksi yang memenuhi syarat Cara Pembuatan Obat yang Baik(CPOB). Pedoman CPOB ini seperti "SNI" dalam industri obat.  

Alasan kedua, merek Pimtrakol sudah terkenal luas dan termasuk kategori laris. Kalau sebuah merek kategorinya laris, maka obat itu tidak akan lama disimpan di apotek. Begitu datang dari distributor, obat akan cepat sampai di tangan pasien. Sehingga kecil kemungkinan obat ini disimpan dalam waktu lama.

Memangnya kenapa kalau obat disimpan lama? Makin lama obat disimpan, makin besar kemungkinan obat itu akan turun keampuhannya, terutama jika obat itu dalam bentuk sirup. Sebab obat yang basah itu secara alami akan lebih mudah rusak dibandingkan obat kering. Apalagi jika obat itu disimpan di tempat yang panas dan terkena sinar matahari.

Di apotek, obat sirup batuk pilek biasanya diletakkan di etalase depan. Jika etalase ini terkena sinar matahari, maka semua sirup di situ akan lebih cepat rusak.

Alasan ketiga, Pimtrakol sudah teruji. Jika tidak ampuh, tentu orang tua pasien tidak akan kembali lagi mencari Pimtrakol di apotek.   

Tiga alasan ini sudah lebih dari cukup.